Dunia…
Dimanakah aku akan berpijak…..
Jika malam malam selalu menjadi kebutaan bagi tiap hati yang teruji…
Atau aku diam seribu basa menangisi detik detik menghancurkan……
Dunia…
Keindahanmu tak lagi Nampak diantara dosa dan dusta…
Kukan bicara dalam sesaknya hati…
Yang kian lama hilang dari cahaya Illahi..
Membiarkanmu berjalan mengitari masa…
Membiarkanmu melangkah mengikis usiaku…
Namun aku tak ingin membiarkanmu membuatku buta dalam waktu yang singkat
Masa ini terlalu sempit buatku ber benah…
Hanya sesaat ku memilikinya…
Tiap tiap pilihan yang ku lalui…tanpa bisa kembali menatanya
Kecuali memperbaiki akibat yang datang…..
Dan hikmah yang bertandang….…….
Letihnya aku melihatmu…
Dan letihnya engkau melihat dirimu…
Dihinggapi khalifah khalifah yang lupa…
Akan janji kembali yang hamper tiba…..…..
Dalam kesunyian..kutatap murkamu…
Yang kian lama menjadi isyarat…bagi hati kami yang tlah mati…
Mengejarmu dunia yang fatamorgana……
Dan terbiasa menangisi di ujung penyesalan..
Setelah semuanya tak lagi indah…..
Perjalananku masih panjang…
Melewati batas waktu yang tak terjangkau…
Dalam langkah langkah yang kian meletih
Saat diujung kekuatanku..
Sebagai hamba yang fana dan binasa…..
Sampai batas dimana kuberhenti….
Mengarungi segala yang menjadi bagianku….
Tanpa dapat kau tawar dan hindari….
Karena kita semua berdiri diatas takdir…..
Kuingin..diujung takdirku…
Kan kututup buku kehidupan ini dengan keindahan
Yang bersinar membawa ku pada jalan abadi….
Yang ingin kita kunjungi kelak
mempersembahkan kemuliaan
Pada sang Pencipta kebadian …..
Kini……..Hanya doa…
Sebagai penolongku…….
Dalam dunia yang semakin tua…..…….
Dalam kebutaannya……..akan makna hidup sesungguhnya…
Bagi khalifah khalifah yang dimulyakan Tuhan……
